Tugas GSLC Data Structure : Hashing Table & Binary Tree

Kembali lagi di blog saya ini, saya Naufal Rifki Fauzan dan kali ini saya akan membahas materi GSLC Data Structure yang mana membahas tentang hashing table dan binary tree pada hari Selasa, 10 Maret 2020, selamat membaca!


Hashing Table

Ketika kita diberikan sejumlah data yang saling berelasi dalam jumlah yang besar, kita butuh sebuah data structure yang bisa dengan cepat mengakses data-data tersebut, seperti untuk insert, delete, dan search data. Hash table atau hashing table adalah metode data structure yang paling cepat dan efisien untuk memanipulasi sejumlah data yang besar. Hashing table sendiri adalah tipe data structure yang mana setiap entry di dalamnya didefinisikan sebagai semacam key yang nantinya akan digunakan untuk mempermudah searching ketika suatu data ingin dicari. 

Di dalam hashing table mepunyai sebuah hash function. Hash function adalah sebuah fungsi yang ketika diterapkan pada suatu key pada hashing table akan menghasilkan suatu integer yang bisa digunakan sebagai address dari suatu hashing table. Hash function akan memetakan semua key ke dalam slot suatu array dan akan memberikan saran tentang indeks key mana yang harus disimpan dalam suatu array. 


Contoh demonstrasi dari hashing table


Binary Tree

Binary tree adalah tipe dari data strutur hierarkis yang mana pada setiap node memiliki maksimal hingga dua anak node, anak node ini biasa disebut sebagai node kanan dan node kiri. Setiap node pada binary tree mempunyai pointer untuk subtree kiri dan kanan, dan data element. Node yang terletak di paling atas tree disebut dengan root. 
Binary tree biasa digunakan untuk mengimplementasikan binary search dan binary heap. Binary tree juga bisa digunakan untuk sorting data yang mana prosesnya dinamakan "heap sort".

Contoh dari binary tree


Implementasi Hashing Table dalam Blockchain

Saya akan menjelaskan terlebih dahulu secara singkat tentang apa itu blockchain, Blockchain pada dasarnya adalah buku besar digital transaksi yang digandakan dan didistribusikan di seluruh jaringan sistem komputer di blockchain. Setiap blok dalam rantai berisi sejumlah transaksi, dan setiap kali transaksi baru terjadi di blockchain, catatan transaksi itu ditambahkan ke setiap buku besar peserta. 
Teknologi blockchain memungkinkan informasi digital untuk didistribusikan, tetapi tidak disalin, sehingga setiap bagian data hanya dapat memiliki satu pemilik.

Implementasi hashing table pada teknologi blockchain sebenarnya tidak terlalu penting karena kebanyakan blockchain mendistribusikan semua data kepada semua orang, dan tidak perlu mencari rute atau tujuan.

Demikian penjelasan saya mengenai Hashing Table, Binary Tree, dan Implementasi Hashing Table dalam Blockchain. 


Referensi:

Comments